Pantai Parangtritis – Pesona Pantai Selatan Jogja Yang Abadi

Pantai Parangritis merupakan sebuah kawasan di Yogyakarta yang memiliki daya magis yang lumayan kuat. Sehingga, cukup menarik minat para wisatawan untuk datang dan kemudian datang lagi ke pantai yang sejak dahulu kala menjadi ikon lokasi wisata di Jogja ini. Lokasi wisata yang selalu dihubung-hubungkan dengan Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul ini tidak pernah kehilangan wisatawan yang mengunjungi sedikit pun.

Pantai Parangtritis – Pesona Pantai Selatan Jogja Yang Abadi

Dahulu kala, pada zaman pariwisata masih belum berkembang dan masyarakat masih belum sadar akan sosmed atau media sosial serta selfie. Lokasi tujuan wisata di Yogyakarta yang paling populer saat itu adalah Jalan Malioboro, Pantai Baron, Pantai Krakal, Kukup dan juga Pantai Parangtritis. Berbagai belahan masyarakat dari berbagai belahan daerah baik Domestik maupun Mancanegara selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi tempat ini.

Sekarang, pariwisata sudah berkembang dengan begitu pesatnya, kebanyakan masyarakat sudah mengenal sosmed atau media sosial. Banyak sekali pariwisata di Yogyakarta mulai bermunculan dan menyuguhkan sebuah pesona serta keindahan tersendiri.

Akan tetapi, pantai klasik parangtritis ini tetap kokoh berdiri menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak pernah terlupakan oleh siapa pun. Selalu ramai dan menjadi salah satu tujuan pilihan.

Pantai parangtritis tidak begitu saja kehilangan pamornya sebagai primadona seluruh masyarakat. Malahan, saat ini parangtritis pun mengembangkan diri dengan berbagi jenis wahana yang dapat dinikmati wisatawan. Dapat saya pastikan, Pantai Parangtritis ini menjadi salah satu lokasi wisata kekinian yang bisa menjawab kebutuhan zaman.

Kawasan ini bisa memberikan Kamu sebuah pelajaran yang berharga bila pantai tidak hanya sekedar pasir dan ombak saja. Sebaliknya, ada sisi lain yang masih dapat untuk di eksplor atau digali lebih jauh lagi dan lebih mendalam lagi, tergantung bagaimana para pengelola mengemasnya.

Ditambah adanya mitos Nyai Roro Kidul pun tidak lantas hilang begitu saja. Sebab, apa yang ditakut-takutkan oleh masyarakat dulu sudah terjawab jelas secara ilmiah. Tentang seberapa ganasnya ombak yang bisa menyeret orang dan kemudian menenggelamkannya ke dasar laut. Jika zaman dahulu, para orang tua akan mengatakan bahwa wisatawan yang mengalami kejadian seperti itu berarti, wisatawan tersebut dibawa ke alam lain, ke kerajaan pantai selatan dengan mitos kaos atau pun baju yang berwarna hijau. Berhubung dulu sangat tidak dianjurkan memakai baju hijau saat berkunjung ke pantai ini.

Sarana dan Prasarana di Pantai Parangtritis

Wilayah pantai yang lumayan luas membuat pihak pengelola pun mencoba memberikan penawaran olahraga yang cukup ekstrem yaitu ATV. Kehadiran ATV ini pun disambut baik oleh para warga dan juga wisatawan tentunya. Baik warga asli Jogja maupun luar daerah Jogja. Mereka merasakan seperti mendapat pengalaman yang baru. Dengan membayar biaya sebesar 50 ribu untuk 15 menit, wisatawan dapat mencoba sensasi naik motor yang satu ini.

Selain itu, ada lagi delman yang dapat disewa untuk menikmati semilir angin pantai selatan yang dikenal begitu kencang. Hanya dengan membayar biaya 20 ribu saja, wisatawan akan diajak berkeliling dari ujung hingga ke ujung pantai ini. Pengalaman yang sangat menarik mengingat wisatawan yang berasal dari luar kota Jogja sebagai contoh Jakarta, dan juga Surabaya yang mana keberadaan delman bisa dibilang tidak ada. Dan tentunya masih banyak lagi fasilitas yang bisa didapatkan di Pantai Parangtritis ini. Jangan lupa ajak sanak saudara, teman, kekasih, dan lainnya untuk berkunjung kesini. Jogja Tetap Istimewa !!




0 Komentar